Hi guys berjumpa
lagi dengan saya di blog baru saya tentang materi “ Perancangan Jaringan
Nirkabel “ . ini adalah blog ke tiga saya sebagai tugas membuat blog dari guru
saya . semuga bermanfaaat buat temen temen semua ya . ngak usah basa basi
langsung aja deh berikut adalah materi nya JJJ
PERANCANGAN
JARINGAN NIRKABEL
Terdapat beberapa langkah untuk memulai perancangan jaringan wireless.
Di setiap langkah ini nanti perancang membutuhkan beberapa perangkat tambahan
baik software maupun hardware, dan juga berapa strategi tertentu. berikut langkah
perancangan jaringan wireless:
1.
Identifikasi kegiatan survey (koordinat, zona, channel, noise)
Survey lokasi :
a. Tentukan koordinat letak kedudukan station,
jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan Kompas pada peta
b. Perhatikan dan tandai titik potensial
penghalang(obstructure) sepanjang path
c. Hitung SOM, path dan accessories loss, EIRP,
Freznal zone, ketinggian antena
d. Perhatikan posisi terhadap station lain,
kemudian potensi hidden station, over shoot, dan test noise serta interferensi
e. Tentukan posisi ideal Tower, elevasi,
panjang kabel dan alternative seandainya ada kesulitan dalam instalasi
f. Rencanakan sejumlah alternative metode
instalasi
2. penentuan
Kapasitas Jaringan wireless
3. Penentuan
topologi jaringan Wireless
Berikut
jenis topologi yang digunakan pada jaringan wireless:
- Independent Basic Service Set (IBBS)
AdHoc sering disebut Independent Basic Service Set (IBBS). Jaringan
AdHoc terbentuk bila antara client wireless yang dilengkapi dengan wireless LAN
Card saling terhubung satu sama lain secara langsung. Pada jaringan ini tidak
memerlukan perantara seperti access point atau perangkat lainnya. Topologi
Adhoc ini memiliki beberapa kelemahan. Jika client yang terhubung semakin
banyak, maka proses transmisi data akan semakin lambat.
Kelemahan lainnya, karena tidak adanya access point yang dijadikan
consentrator pada topologi ini, menyebabkan tidak adanya perangkat yang bisa
mengatur wireless client yang tekoneksi. Collusion atau tabrakan pun sangat mungkin
terjadi
- Basic
Service Set (BSS)
Koneksi antar wireless client pada topologi ini diperantarai oleh
sebuah perangkat access point. Setiap wireless client yang ingin terhubng
dengan client lainnya harus terhububung dulu dengan access point yang digunakan.
- Extended
Service Set (ESS)
Pada topologi ESS terdapat lebih dari satu access point yang digunakan.
Tujuannya adalah untuk menjangkau area yang lebih jauh lagi. Jadi, bisa
dikatakan topologi ESS ini merupakan gabungan atau kumpulan dari topologi BSS.
Pada topologi BSS atau ESS, kita bisa memadukannya dengan jaringan
kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat
terhubng dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.
- Paduan BSS
dan ESS
4. Mengidentifikasi
interkoneksi perangkat jaringan
5. Kondisi
Channel
Channel dapat diibaratkan seperti sebuah jalan. Peralatan wireless yang
mendukung standar protocol 802.11a/b/g yang menggunakan frekwensi 2, 4 GHz
mempunyai jumlah 14 channel. Pemasangan Access Point dengan menggunakan
frekwensi 2, 4 GHz lebih dari satu dalam satu ruangan atau area, harus
memperhatikan channel agar tidak terjadi interferensi antar access point yang
nanti dapat mengakibatkan kerusakan data.
6.
Interferensi
Beberapa
sumber noise:
ร
Natural noise, adalah noise dari atmosfer dan
galaksi
ร
Manmade noise, adalah sinyal RF yang diambil
oleh antena. Termasuk microwave oven, telepon cordless, dan indoor WiFi
ร
Receiver noise, adalah noise yang dihasilkan
oleh rangkaian internal penerima
ร
Interferensi dari jaringan lain, adalah
interferensi yang disebabkan oleh jaringan wireless lain yang bekerja pada band
yang sama.
ร
Interferensi dari jaringan sendiri, adalah
terjadi jika kita menggunakan frekwensi yang sama lebih dari satu kali,
menggunakan channel yang tidak mempunyai cukup jarak /spasi antar channelnya,
atau menggunakan urusan frekwensi hopping yang tidak benar.
ร
Interferensi dari sinyal out of band, adalah
disebabkan oleh sinyal yang kuat di luar frekwensi band yang kita gunakan,
misalnya pemancar FM, AM, atau TV, pager, radio CB.
ร
strategi penanggulangan Interferensi
ร
Gunakan antena sectoral atau antena pengarah /
narrow band dengan penguatan tinggi. Biasanya sangat efektif untuk mengurangi
interferensi terutama di daerah yang spectrum-nya sangat padat sekali.
ร
Gunakan jalur-jalur yang pendek, jangan berusaha
membangun sambungan jarak jauh.
ร
Pilih frekuensi yang tidak banyak digunakan oleh
stasiun lain.
ร
Ubah / ganti polarisasi antenna.
ร
Atur azimuth antenna.
ร
Ubah lokasi peralatan.
Sekian dulu ya blog dari ku sekian dan terima kasih bagi yang mau mampir baca blog saya . Semuga bermanfaat ya :)





EmoticonEmoticon